August 31, 2017

Pilihan Film Horor untuk Penakut

Pixabay

Haiii.....siapa disini yang nyalinya ciut tapi tetep pingin nonton film horor? Hahaha yuk sini merapat sama diriku yang juga penakut.

Biar punya gambaran seberapa penakutnya saya, saya kasih tau kalau saya nggak pernah selesai nonton film 'Ju-on', 'Insidious 2', 'Ouija', dan 'The Autopsy of Jane Doe'. Saya juga nggak pernah mau nonton film horor lokal. Selain penakut, saya juga anaknya giloan alias gampang merasa jijique. Makanya saya nggak mau sama sekali nonton 'Saw' dan zombie (kecuali 'Train to Busan').

Film-film yang ada di postingan ini berhasil saya tonton sampai habis. Tipsnya tentu nontonnya nggak sendirian untuk film-film dengan tingkat kehororan yang tinggi lolol (kategori kehororan film saya tulis di bagian penutup). Tonton minimal berdua terus volume suaranya jangan keras-keras, sayangi jantung Anda.


Oh iya urutan film-film disini saya urutkan berdasarkan tahun rilis. Bukan berdasarkan tingkat kehororannya. Check them out~

Critters 3 (1991)

Siapa yang pingin nonton akting om Leo waktu masih anak-anak?? Tonton aja film ini. Genrenya sci-fi horror.

Leonardo DiCaprio ini ya dari jaman masih jadi bocah lucu main filmnya udah film serius. Nggak pernah gitu kayaknya main film yang yaaa ringan-ringan aja gitu macam rom-com. Hahaha emangnya Ashton Kutcher. Btw kalau ada yang suka Ashton (kayak saya) baca ini ya: Ashton Kutcher's Best Movies.

Balik lagi ke Leo, meskipun bukan tokoh utama, mayan sering lho dia muncul di film ini. Leo jadi temannya tokoh utama yang mobilnya ketempelan hewan aneh bergigi tajam dan suka menggigit korbannya sampai meninggal. Hewan ini menebar teror di rumah temannya Leo. Meskipun tergolong film anak-anak, buat saya film ini cukup bikin deg-degan.


The Nightmare Before Christmas (1993)

Film animasi-musikal-horor produksi Tim Burton. Santai kalau nonton ini mah. Nggak serem tapi kadang jijik gitu sama beberapa penampilan tokohnya.

Film ini saya tonton untuk pertama kalinya waktu saya masih SD. Bercerita tentang Jack Skellington yang ingin mengambil alih tugas Santa Claus bagi-bagi hadiah di malam natal. Jack, yang asalnya dari Halloween Town, nggak paham kalau natal itu ceria, dia hanya paham soal bagi-bagi hadiah. Akibatnya banyak hadiah-hadiah mengerikan yang dikirim ke anak-anak karena hadiah-hadiah itu diproduksi di Halloween Town bukan Christmas Town.


Hocus Pocus (1993)

Sanderson Sisters adalah penyihir tiga bersaudara yang hidup di abad ke-16. Mereka ini suka menyedot jiwa anak-anak untuk menjadi muda kembali dan hidup lebih lama. Suatu malam tindakan mereka diketahui warga dan mereka bertiga dihukum gantung. Namun sebelum meninggal, Winnie Sanderson (sulung Sanderson Sisters) membaca kutukan agar mereka bertiga dapat bangkit kembali di masa depan. Kutukan tersebut terwujud 300 tahun kemudian tepat di malam Halloween karena Max menyalakan lilin hitam yang ada di bekas rumah Sanderson Sisters. Max sebelumnya nggak percaya sama sekali dengan dunia sihir dan tetek bengeknya. Adik Max yang bernama Dani beserta anak-anak lain menjadi sasaran Sanderson Sisters. Max dan Allison (gebetannya) harus menggagalkan ritual Sanderson sisters demi keselamatan Dani dan anak-anak yang lain.

Film ini diproduksi oleh Disney. Hahaha lega kan? Lega dong karena pasti nggak serem-serem amat. Genrenya aja horror comedy. Bette Midler (pemeran Winnie Sanderson) dan Kathy Najimy (pemeran Mary Sanderson) ternyata memang komedian di US sana. Karena film ini diproduksi di tahun 1993 maka Sarah Jessica Parker (Sarah Sanderson) masih sangat muda dan cantik. Kocak banget mereka bertiga.

Memakai standar jaman sekarang, efek-efek di film ini jelas kuno tapi nggak murahan. Sebagian besar latar tempatnya itu kayak di set tempat yang ada di serial 'Bajaj Bajuri'. Tau ya maksudnya. Misalnya pemakaman, nah itu bukan pemakaman sungguhan tapi studio yang ditata sedemikian rupa sehingga jadi pemakaman.


The Mummy (1999)

Saya kecele dengan film ini. Saya kira filmnya bakal serius dan serem banget ternyata nggak. 😂 Film ini perpaduan antara horor, action, comedy, dan sedikit sejarah. Penampilan muminya nggak serem, tapi pas di dalam piramida waktu si mumi bangkit pertama kali itu lumayan mencekam. Abis gitu udah santai dan ketawa-ketawa. Sayangnya dua sekuelnya nggak bagus menurut saya.


Ghost Ship (2002)

Pada tahun 1962 di sebuah kapal mewah ada sebuah pesta orang-orang kaya. Pesta tersebut berakhir dengan tragis karena seluruh penumpangnya terbunuh. Badan mereka terbagi menjadi dua tersayat tali tipis tajam. Hanya seorang anak perempuan yang selamat. Empat puluh tahun kemudian beberapa orang masuk ke kapal mewah yang mengapung sendirian tanpa manusia di atasnya itu. Kapal itu memuat banyak emas batangan. Namun nggak ada yang menyangka kalau salah satu dari mereka adalah "pengkhianat".

Dari awal film udah serem buat saya. Tampilan pembunuhannya itu lho bikin trauma. Untung salah satu tokoh utamanya ganteng. Inilah faktor yang membuat saya oke-oke aja nonton film ini sampai habis, hehehe.


Corpse Bride (2005)

Ini juga film animasi horor. Tim Burton ikut menyutradarai film ini. 'Corpse Bride' lebih suram dan agak sedikit seram dibandingkan 'The Nightmare Before Christmas'. Tapi tetep aja nggak nakutin banget.

Mengambil setting waktu era Victorian (sekitan 1860-an), seorang pria dan seorang wanita nggak kenal satu sama lain dijodohkan. Mereka adalah Victor dan Victoria. Victor gugup dan salah ketika mengucap janji suci di altar. Pastornya marah-marah dan akhirnya Victor latihan di hutan yang sepi. Dia menyelipkan cincin di sebuah ranting. Ranting itu ternyata adalah rangka jari seorang mayat pengantin wanita bernama Emily. Emily mengklaim Victor menjadi suaminya dan menyeretnya ke Land of the Dead. Sementara di Land of the Living, Victoria akan dijodohkan lagi dengan pria lain. Victor dan Victoria masing-masing melakukan usaha untuk bersatu kembali karena sebenarnya mereka saling mencintai.


Final Destination 3 (2006)
Pernah saya tulis sedikit disini.


The Gravedancers (2006)
Film horor supranatural ini berkisah tentang tiga orang teman: Sid, Kira, dan Harris. Mereka bertiga mabuk dan masuk ke pemakaman. Salah satu dari mereka menemukan sebuah amplop hitam dan membacanya. Instruksi di dalam amplop hitam itu menyuruh mereka untuk berjoget ria. Karena dalam keadaan mabuk ya mereka nggak mikir dua kali, langsung aja joget-joget di atas kuburan. Nggak taunya isi amplop itu adalah kutukan. Mereka bertiga diganggu arwah pemilik kuburan-kuburan yang mereka jogeti(?) waktu itu. Sialnya arwah-arwah tersebut adalah anak kecil yang gangguan mental dan suka main api (mengganggu Sid), psikopat dan pemerkosa (mengganggu Kira), dan wanita pembunuh berkapak (mengganggu Harris). Film ini mengajarkan kepada kita bahwa mabuk-mabukan itu nggak baik.


Stay Alive (2006)

Sekelompok anak muda bermain video games yang ada aturan untuk membaca mantra keras-keras sebelum games dimulai. Mantra itu ternyata bukan sekedar mantra kosong belaka. Mantra tersebut mengikat mereka dengan games yang mereka mainkan. Karakter dalam games yang mereka pilih harus tetap hidup. Jika karakter tersebut mati dalam games maka mereka juga akan mati di dunia nyata dengan cara yang sama.

Bagi saya film ini serem abis dan mencekam karena suasananya dibuat suram dan gelap. Kalau film 'A Nightmare on Elm Street' sempat membuat saya ngeri kalau mau tidur dan mau ngaca lol, film ini sempat membuat saya mikir-mikir kalau mau main video games. 😂


Dead Silence (2007)

Film bergenre supernatural thriller horror. Menceritakan pembunuhan yang dilakukan oleh arwah pembuat boneka ventriloquist, Mary Shaw. Nggak sembarangan membunuh sih, dia membunuh keluarga Ashen dan keturunannya sampai habis dan orang-orang yang menghalangi aksinya. Motif pembunuhan diketahui untuk balas dendam. Cara membunuhnya dengan membuat korban berteriak supaya dapat diambil lidahnya. Film ini nih yang makin membuat image boneka ventriloquist di benak saya jadi kian menakutkan. Padahal menurut saya imagenya sudah menakutkan sejak saya baca buku Goosebumps 'The Night of the Living Dummy'.


Orphan (2009)

Kate dan John Coleman adalah pasangan suami istri yang memiliki dua orang anak. Anak kedua mereka seorang gadis kecil yang tunarungu. Kate dan John berniat mengadopsi seorang anak dari panti asuhan untuk mengisi posisi anak ketiga mereka yang meninggal sebelum dilahirkan. Seorang anak bernama Esther menarik perhatian mereka dan akhirnya diadopsi. Esther memiliki kepribadian yang jauh lebih dewasa daripada anak-anak seumurannya, itulah kesan yang didapat oleh Kate dan John. Mereka nggak tau kalau sebenarnya Esther bukanlah anak-anak.

Dari awal film, aura Orphan dibuat suram dan sedikit menegangkan. Esther bikin saya sebel karena nyebelin gitu ekspresi dinginnya hahaha. Film ini nggak cocok ditonton anak-anak karena ada adegan dewasanya.


A Nightmare on Elm Street (2010)

Kalau film ini saya udah lama nontonnya jadi agak lupa sinopsisnya gimana hehe. Pokoknya tentang teror mimpi buruk beberapa orang yang dulunya sekolah di TK yang sama. Pelaku teror di mimpi mereka adalah penjaga (atau tukang kebun?) TK itu sendiri. Mimpi buruknya bener-bener buruk karena kalau si pemimpi dibunuh di mimpi maka di dunia nyata dia juga terbunuh di saat yang sama. Intinya jangan tidur kalau nggak mau meninggal!

Terornya nggak berhenti bahkan di akhir film. Hhh...capek. Capek nonton karena ikut tegang, kaget, dan akhirnya bego-begoin tokoh yang ngantuk terus ketiduran. 😂


Sinister (2012)
Pernah saya tulis sedikit disini.


Pee Mak (2013)

Film horor komedi asal Thailand. Saya nonton film ini karena tokoh utamanya Mario Maurer hohoho. Selesai nonton film ini saya tetap kekeuh kalau lawan main Mario yang paling cocok adalah Nam di 'Little Thing Called Love' hahaha. Bukan berarti akting aktris di 'Pee Mak' ini jelek lho, sayanya aja yang gagal move on dari Shone dan Nam. :p

Mario Maurer jadi tokoh bernama Mak yang punya istri bernama Nak. Mak harus berperang dan meninggalkan Nak yang sedang hamil. Di tengah perang, Mak terluka dan dirawat di camp. Di camp tersebut Mak bertemu dengan empat orang pejuang lain. Mereka berlima menjadi teman karib. Empat teman Mak merasakan kejanggalan ketika bertemu dengan Nak. Rumor memang merebak kalau Nak ini sudah meninggal setelah melahirkan anaknya.

Kekonyolan dan keseraman dalam film ini seimbang. Mendekati akhir film juga ada scene mengharukan antara Mak dan Nak. Biasalah ada dramanya gitu horor Asia Tenggara mah. *sok analis* Yang pingin nonton film horor Thailand tapi nyalinya nggak gede, mending nonton film ini aja nggak usah maksa nonton film horor murni daripada nggak berani tidur sendiri seminggu.


Don't Breathe (2016)

Tau film ini dari blog nikenbicarafilm. Waktu ngecek pemainnya siapa eh ternyata ada Dylan Minnette. Tau dong siapa Dylan Minnette? Yup dia yang jadi Clay Jensen di '13 Reasons Why'. Fix lah harus nonton 'Don't Breathe' HAHAHAHA.

Jadi ceritanya Dylan ini jadi Alex, seorang maling (maling tapi imut) yang berteman dengan dua maling lain bernama Rocky (cewek) dan Money. Mereka berencana ngemaling(?) ke rumah seorang veteran tentara. Veteran tentara ini tunanetra tapi punya uang banyak dan anak satu-satunya kebetulan juga sudah meninggal. Rumahnya ada di sebuah ghost town. Money sudah memata-matai rumah tersebut selama beberapa hari dan menyatakan aman untuk mereka.

Sudahlah yang namanya mencuri itu memang tindakan nggak baik. Veteran tentara yang tunanetra itu bukanlah kakek-kakek biasa. Fisiknya masih tangguh dan nggak lemah sama sekali. Maling apes ya Alex, Rocky, dan Money ini. Sepanjang nonton 'Don't Breathe' isinya tegang, mencekam, dan nggak lega. Bahkan sampai filmnya selesai pun rasanya nggak lega dan nggak nyaman. Meskipun kayak gitu, nggak rugi kok nonton film ini karena memang jalan ceritanya bagus.


Get Out (2017)


Chris berkunjung ke rumah pacarnya yang bernama Rose. Mereka ini pasangan beda ras, Chris berkulit hitam sementara Rose berkulit putih. Keluarga Rose menerima Chris dengan senang hati. Lama-lama Chris merasa ada yang aneh dengan keluarga dan kerabat Rose, terutama karena orang-orang kulit hitam disana bertingkah tidak selayaknya orang kulit hitam. Chris mati-matian berusaha keluar dari rumah Rose.

Tampilan film ini sungguh berwarna untuk ukuran film horor. Nggak berasa nonton film horor karena auranya nggak suram sama sekali, biasa aja kayak film drama. Tapi dialog-dialognya bikin tegang.


47 Meters Down (2017)

Film bergenre horror-survival yang sedikit melibatkan ikan hiu. Tenang aja film ini bukan tentang pembunuhan manusia oleh hiu ganas. Tema yang seperti itu sudah out of date. *gaya*

Lisa dan Kate, dua sahabat karib, liburan ke salah satu pantai di Mexico supaya Lisa segera move on dari patah hatinya. Kate mengajak Lisa untuk menonton hiu dari jarak dekat dengan cara menyelam di dalam kerangkeng besi. Sialnya kerangkeng mereka terlepas dari pengait dan jatuh sampai ke kedalaman 47 meter.

Sebagian besar film ini dihabiskan di dalam air. Sumpek gitu lihatnya secara manusia ini makhluk daratan. Ya meskipun sumpek tetap aja penasaran endingnya gimana hahaha. Banyak keputusan bodoh yang diambil di film ini. Salah satunya Lisa sendiri yang panik tapi tetep aja maksa melakukan kegiatan ekstrim. Kate juga sama aja udah tau sahabatnya panikan malah diajak nyelam sama hiu. *sigh*


Kesimpulan dari paparan panjang lebar di atas:
Film dengan tingkat kehororan rendah: Critters 3, The Nightmare Before Christmas, Hocus Pocus, The Mummy, Corpse Bride

Film dengan tingkat kehororan sedang: Ghost Ship, Final Destination 3, Orphan, Pee Mak, 47 Meters Down

Film dengan tingkat kehororan tinggi: The Gravedancers, Stay Alive, Dead Silence, A Nightmare on Elm Street, Sinister, Don't Breathe, Get Out


Yak silakan dipilih mau nonton yang mana. :D

No comments:

Post a Comment